FamPro Ditemani Peninggalan Belanda & China

Kemarin, kami bertiga ingin belajar di boardgame library, yang kebetulan pindah ke area gudang sekarpace. Ternyata setiba di sana, boardgame masih tutup dan banyak buku masih terikat menumpuk. Maklum baru pindahan. Dari sekarpace, karena sudah jam makan siang, kami mampir di Omah Selat Solo. Pertama masuk langsung ndomblong, arsitekturnya unik. Peranakan tionghoa + jawa. Banyak sekali properti jadul milik kraton, tionghoa, dan properti peninggalan zaman kependudukan Belanda. Cek info lengkapnya di sini: http://tentangsolo.web.id/omah-selat-jagalan.html

edit1_DxO_DxO
Omah Selat – Jagalan Solo

Kami akhirnya fampro tentang Omah selat dan hal lainnya. Begini cuplikan fampro kami.

Ummah : Ini unik banget ya?
Abah : Pasti ini biasa disewakan jadi tempat syuting atau properti syuting 
     (Sambil menunjuk deretan telpon dan radio jadul di area belakang)
Ummah : Abah udah lihat bagian sana? Coba lihat deh.
Abah : Tuh, tuh, lihat, sebanyak itu dikoleksi semua 
     (Mengarahkan tangan ke deretan piring, teko, dan cangkir enamel) 
Ummah : Keren yak, kok bisa ditata begini.
Abah : Ummah nanti sekalian aja take di sini. 
     Tapi jangan lupa direview tempatnya. 
     Biar pada tahu plus enakan sama ownernya.
Ummah : Boleh, tapi emangnya ini nggak gelap gitu?
Abah : Cukup kok
Ummah : Ok. 
(Saat menikmati makan, tiba-tiba sms masuk. 
Seorang pembeli brownies baru yang belum preorder sebelumnya, 
langsung datang ke rumah dan mengambil brownies pesanan milik orang lain)
Ummah : Gimana nih, browniesnya Mb Shelly malah diambil orang lain, 
padahal mau diambil jam 17.30. (Abah lihat jam, sudah pukul 15)
Abah : Kalau besok mau nggak orangnya? 
Ummah : Nggak mau kayaknya deh, coba kutanya dulu.
      Ibunya itu gimana sih, kok nggak mudeng, udah tahu punya orang lain,
      Ada nama dan notanya, malah diambil aja. 
      Mana kita udah keluar rumah jauh.
Abah : Penyakit ibu-ibu, suka subjektif sendiri 
(What? Abah? Penyakit ibu2? Syukur, ini bukan waktu yang tepat buat debat)
Ummah : Orangnya nggak mau bah, katanya buat buka puasa. Gimana?
Abah : Waduh, habis isya gitu nggak mau?
Ummah : Nggak mau, katanya dah nunggu2 dan bayar dari kemarin.
Abah : Ya udah deh, kita pulang aja.
Ummah : Apa cukup waktunya, smpai rumah jam 16. 
Abah : Ada adonannya, tinggal dipanggang.
Ummah : Hadeh, merusak jadwal aja nih.
Abah : Ummah udah share loc tadi ke ibu itu?
Ummah : Udah
Abah : Tapi ibunya belum pesen?
Ummah : Dia cuma nanya lokasi, nggak bilang pesen. 
      nggak bilang mau dateng juga. Tahu-tahu kok udah di rumah.
Abah : Ya lain kali ditanya dlu.
Ummah : Dia langsung berhenti chatnya, masak aku nanya lagi.
Abah : Ya nggak papa tanya lagi, namanya pembeli baru. 
     Biar nggak miskomunikasi begini. Besok klo ada pembeli baru chat,
     Langsung kasih tahu, kita pre order, nggak nyetok.
Ummah : Ya udah buruan diabisin, ayo pulang. 
(Sambil merengut kesel, jadwal ngevlog rusak)

Apa yang saya pelajari dari komunikasi di atas? Banyak, pertama menahan emosi lebih dahulu. Kedua segera fokus pada solusi. Ketiga, periksa diri sendiri, jangan-jangan kita punya andil dan berkontribusi pada “sumber kesalahan”.

#hari7

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#iip

Iklan

It Would Be Nice If You Can Share Your Thought Here ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s