Menghitung Kaki Hewan

Dengan difasilitasi buku cerita, Lubna belajar menghitung berapa kaki hewan yang dia hafal namanya.

Hewan yg namanya dihafalkan Lubna tentu lebih familiar. Jadi, kali ini Lubna belajar dari buku yg dia baca saja.

IMG_20190915_203018.jpg

Ada berapa jerapah?

Kaki satu jerapah ada berapa?

Jadi satu jerapah punya 4 kaki, kalau jerapahnya 2 berapa kakinya, kalau tiga ada berapa kaki?

Pertanyaan seperti itu diulang terus sampai akhir buku.

 

Iklan

Belajar menghitung (lagi)

Lubna tadi siang belajar menghitung kubis sambil mengisi baskom yg kosong.

Dengan dalih bantuin ummah masak, Lubna semangat sekali memisahkan lapisan kubis. Satu persatu.

Ketika saya bilang, coba sambil dihitung, dgn lantang Lubna lgsg menghitung satu persatu. Mengupas kubis ternyata praktik yg oke jg utk mengenali bentuk dan lapisan kulit. Entah ini termasuk dalam matematika logis tidak. Tapi tugas Lubna hari ini sukses.

IMG_20190913_161250.jpg

Mengenal bentuk

Hari ini Lubna belajar bentuk, dimulai dari bentuk bantal dan guling. Juga bentuk benda-benda di sekitarnya. Seperti bentuk HP, jam dinding, pintu, kipas angin, kasur, dll.

Lubna juga mempelajari bentuk dari nyanyian yg berkaitan dengan bentuk.

“Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar..”

Dari semua bentuk, yang paling diingat Lubna adalah bentuk segitiga.

Bentuk segitiga itu seperti apa? Tanya saya.

Seperti ini, Lubna mengaitkan jari-jarinya hingga berbentuk segitiga.

 

 

Mengenal Istilah Kosong & Isi

Hari Ahad pagi, kami berencana makan soto di warung langganan kami. Saya memikirkan apa materi belajar yg bisa dilakukan di warung ini.

Sampai sotonya datang dan mangkuk soto kosong. Saya belum dapat ide juga. Maklum, belum sempat ngedraft apa aja yang harus dilakukan di game level ini. Eeeh, ternyata di menit2 terakhir sembari menunggu Lubna dan abah selesai makan. Baru dapat ide.

Saya melihat tumpukan mangkok dan jejeran gelas. Mulailah saya tanyakan Lubna.

U: Lubna, mangkuk ada berapa?

L: satu, dua, tiga

U: Gelas ada berapa?

L: Satu, dua, tiga.

U: Ini isi gelasnya ada atau nggak?

L : Ada

U: Penuh atau kosong?

L: Kosong

U: Kalau isi gelas ini dituang sini? Gelasnya jadi penuh atau kosong?

L: Penuh! Penuh!

Lubna berteriak girang, begitu terus saya praktikkan gelas isi penuh dan kosong, sampai makannya selesai.

Alhamdulillah, day 3 done. Lubna mengenal arti dan maksud dari penuh vs kosong.

Belajar menghitung Cireng

Kalau ummah makan cireng satu, sisa brp di piring?

Tanya saya waktu itu, sebenarnya materi ini rada krg cocok ya buat Lubna, menurut saya. Tapi dicoba aja ya.

Lubna pun menghitung, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Ada tujuh.

Iyak, bener. Kalau Lubna ambil cireng satu berarti sisa berapa? Delapan! Serunya girang. Wkwkwk, soalnya hbs tujuh, itu delapan. Lubna masih berbekal hafalan nomor.

Kalau Lubna ambil 3 cireng, ummah jg 3 cireng, sisanya ada brp dan utk siapa? Semua buat abah. Kekeke padahal mksdnya abahnya dpt brp kalau dibagi rata. Tapiii ya g papa deh, yg penting belajar ya Lub.